logo header pta

Written by Hery Endra on . Hits: 43

kultum1

Kuliah Tujuh Menit Ketua PTA Manado Iskandar Paputungan

Manado, pta-manado.go.id – Kamis, 16 Juli 2020 bertempat di Mushola Al-Amin PTA Manado, seluruh Pegawai melaksanakan shalat Ashar berjamaah dilanjutkan dengan kegiatan Kultum Kamis sore yang selalu diadakan setiap minggu. Kultum kali ini dibawakan langsung oleh Ketua PTA Manado, Drs. H. Iskandar Paputungan, M.H. berikut catatan ringkas kami.

Setiap rezeki yang kita dapat, harta, pangkat dan jabatan serta kemuliaan yang melekat di dalamnya. sepatutnya menjadikan kita menjadi orang yang lebih bersyukur atas nikmat itu. Bahkan dalam setiap tarikan nafas kita harus dimulai dengan rasa penuh syukur.

Di antara kita banyak mendapatkan kemuliaan itu, namun sangat jauh dari rasa syukur, kita malah menjebakkan diri kita dalam kekufuran, sebuah sikap yang ingkar (menutupi) atas rezeki, kenikmatan, kebaikan yang Allah SWT berikan kepada kita.

Beliau berpesan sembari mengutip Surat Lukman ayat 12, “Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.”

kultum2

Beliau menambah satu kisah untuk lebih memahamkan bagaimana bersyukur itu akan kembali kepada diri kita sendiri. Syahdan. Suatu hari Rasulullah SAW mengisahkan tiga orang dari kaum Bani Israil. Ketiga orang tersebut adalah si kudis, si botak dan si buta. Mereka masing-masing memiliki kekurangan dalam dirinya. Oleh karena itu, Allah SWT pun ingin menguji seberapa bersyukurnya mereka atas nikmat yang telah diberikan kepadanya.

Allah pun mengutus malaikat untuk mendatangi mereka. Orang yang pertama didatangi malaikat adalah si kudis. “Apa permintaanmu?” Tanya malaikat itu. Si kudis itu pun menjawab dengan tegasnya, “Aku ingin penyakit kudisku sembuh.”

Lalu malaikat itu mengusap kulitnya. Dan penyakitnyapun pun hilang. Kulitnya kini bersih dan memiliki warna yang indah. Tidak hanya itu, malaikat itu juga menanyakan sesuatu, “Harta apa yang kau inginkan?” “Unta.” Jawab si kudis. Malaikat itu pun memberikan sepuluh unta betina yang sedang hamil, sehingga dia cepat mengembakbiakkan unta tersebut. Dan dia menjadi kaya raya.

Setelah itu, malaikat mendatangi si botak dan bertanya kepadanya, “Apa yang kau inginkan?” “Aku menginginkan rambut yang indah.” Jawab si botak. Lalu malaikat itu pun membelai kepalanya, dan seketika dia memiliki rambut yang sangat indah. Seperti si kudis, malaikat itu juga menawarkan harta yang paling diinginkan si botak. “Sapi,” jawab si botak yang sekarang memiliki rambut yang indah itu. Malaikat itu pun memberikannya sapi betina yang sedang mengandung. Dia mengembangbiakkan dan menjadi kaya raya. S

Selanjutnya, malaikat menemui orang terakhir, yaitu si buta. Sama seperti kedua temannya malaikat itu juga menanyakan apa yang dia dambakan selama ini. “Aku berharap Allah mengembalikan penglihatanku, sehingga aku dapat melihat orang-orang di sekelilingku,” jawab si buta. Malaikat pun mengusap matanya dan sirnalah kebutaan yang menimpanya selama ini. Lalu malaikat menanyakan pula harta apa yang dia inginkan. “Kambing,” jawab si buta dengan semangat.

Sempurnalah hidup ketiga orang tersebut, selain penyakit yang mengidap tubuhnya hilang, mereka pun kini menjadi kaya raya. Unta, sapi dan kambing yang mereka miliki berkembang biak dengan pesatnya.

Suatu hari si kudis yang kini memiliki kulit indah itu didatangi seorang laki-laki yang memiliki kulit belang seperti dirinya dulu. Dia kehabisan bekal di tengah safarnya dan meminta satu untanya saja di antara untanya yang banyak. “Ini hartaku yang aku usahakan sendiri,” jawab si kudis itu dengan sombongnya.

Malaikatpun mendatangi si botak dan jawabannya pun sama dengan si kudis.

Giliran orang ketiga, yaitu si buta yang kini dapat melihat orang-orang sekelilingnya serta memiliki kambing yang banyak sekali. Malaikat itu juga menyamar sebagai laki-laki yang miskin serta meminta satu kambing yang dia miliki. Dan si buta pun menjawab, “Aku dulu juga buta, lalu Allah SWT mengembalikan penglihatanku, maka ambillah semaumu kambing itu, demi Allah aku tidak ada apa-apanya hari ini tanpa pertolongan Allah.” Mendengar jawaban tersebut, malaikat pun berkata, “Kamu berhak atas hartamu. Sungguh aku hanya menguji kalian. Dan sungguh Allah telah meridhaimu, dan membenci kedua sahabatmu si kudis dan si botak yang sombong itu.”

kultum3

Berdasarkan kisah tersebut, Nabi SAW ingin mengajarkan kepada kita untuk tidak sombong. Karena semuanya adalah milik Allah, dan Allah berhak mengambil semuanya kapan saja. Oleh karena itu, jika ada orang yang tidak mampu, maka kita wajib membantunya dengan harta kita. Jangan sampai watak si kudis dan si botak yang sombong dan tak ingat asal usulnya itu kita warisi. Tapi semoga kita bisa mewarisi watak si buta yang tidak sombong, dermawan serta ingat bahwa semuanya adalah milik Allah. Wallahu a’lam bish-shawab. (Idris Hz)

Add comment


Security code
Refresh

Hubungi Kami

PTA Manado

Jl. 17 Agustus 46A,
Wenang, Bumi Beringin
Sulawesi Utara
Indonesia
Telp : (0431) 858322

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

 JAM PELAYANAN

Senin - Kamis :  08.00 - 16.30 WITA
Istirahat :  12.00 - 13.00 WITA
Jumat :  08.00 - 17.00 WITA
Istirahat :  11.30 - 13.00 WITA

  

facebookinstagramyoutube

 

 

Pengadilan Tinggi Agama Manado @ 2018